kembali ke rutinitas

October 10th, 2008

Yuos,, Jumat 9 Oktober 2008, Aku kembali ke Bandung, tempat ku belajar banyak hal. Weker berbunyi jam 3 (belum diset ulang sejak puasa, buat bangunin sahur), tapi ga mempan, tidur lagi sampai jam 5. Solat, ngaji dikit, ngidupin komputer, liat foto-foto liburan kemaren, belajar T3 buat UTS tgl 15.

Sampailah jam 7.30, pergi sarapan bubur pake telor(harganya udah naik jadi 4000, sebelumnya 3000, hiks2). Balik ke kosan bentar, lanjut ke warnet langganan(operatornya manis :)), kirain masih tutup liburan soalnya pintu depan ditutup. “warnet buka teh??”dengan muka lugu. “buka, silahkan”jawab teteh operator dengan senyum imut. “nomer 24 yah”.

nyambung yah…:)


joke4 : SUPIR METRO MINI

October 8th, 2008

Di pintu akherat
seorang malaikat menanyai seorang supir metro
mini, “apa kerja kamu selama di
dunia ?”
Jawab: “Saya supir metro mini, pak.”
Lalu malaikat itu memberikan
kamar yang mewah untuk supir metro
tersebut dan peralatan yang terbuat dari
emas.
Lalu datang seorang juru dakwah agama…
Malaikat pun bertanya “apa
kerja kamu di dunia ?”
Jawab : “saya seorang juru dakwah,
pak..”
Lalu malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan
yang
terbuat dari kayu. Melihat itu juru dakwah pun protes.
“Pak kenapa
kok saya yang juru dakwah mendapatkan yang lebih rendah
dari seorang supir
metro..?”
Dengan tenang malaikat itu menjawab: “Begini Pak.. Pada saat
Bapak
ceramah, Bapak membuat orang-orang semua tertidur..
sehingga
melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat supir Metro mini mengemudi,
ia
membuat orang-orang berdoa….”


joke3 : jangan dihirup

October 8th, 2008

suatu pagi Saya menelepon seorang teman yang kemudian dia mempromosikan sebuah merk sabun lantai ternama dengan aroma kesegaran yang menurutnya tiada duanya.

Kebetulan memang siang ini Saya ingin ke supermarket untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Langsung saja menuju kios sabun dan kemudian mengambil contoh sabun yang teman Saya promosikan tadi pagi. Di bungkus luar terpampang tulisan “aroma segar sepanjang hari”, Saya pun membuka tutupnya hendak menghirup, tapi di samping tutup botol ada tulisan kecil berbunyi “jangan dihirup, berbahaya”


kesedehanaan di dalam kemewahan

October 7th, 2008

Kesederhanaan Presiden Iran

Sisi Kehidupan Kehidupan Presiden Iran, Ahmadi Najad
(terjemahan atas Wawancara sang Presiden dengan The Fox News TV Amerika).
The Fox New TV (US) mewawancarai Presiden Republik Iran, Ahmadi Najad:
FTV : Saat Anda melihat kaca di pagi hari, apa yang anda katakan buat diri anda sendiri?
AHD : Saya melihat orang di dalam kaca dan mengatakan kepadaku : “Ingat, anda tidaklah lebih dari sekedar pembantu biasa, hari-harimu harus kau isi dengan tugas berat, yakni melayani masyarakat, bangsa dan Negara Iran”.

Kesederhanaan Ahmadi Najad tampak dari kebiasaan tidurnya yang hanya beralaskan karpet lantai dengan selimut dan bantal seadanya.

Dan berikut ini ulasan sang wartawan lebih lanjut :
Ahmadi Najad, sosok presiden Iran yang mengherankan banyak orang karena merupakan presiden yang selalu datang paling awal di kantor kepresidenan. Dia melakukan ketidakbiasaan, yakni mengganti karpet kebesaran di Masjid Besar Teharan, dengan karpet biasa yang murah harganya.
Ahmadi Najad berpendapat bahwa terdapat banyak sekali pemborosan negara dalam menermia tamu VIP dan dia meminta untuk mengakhiri semua bentuk pemborosan tersebut kepada Protokol Istana, dan minta untuk mengganti ruangan dengan perabotan yang sederhana seperti cukup dengan kursi kayu yang lebih mencerminkan kenyataan kesederhanaaan.
Pada banyak kesempatan, sang presiden bergabung dengan Petugas Kebersihan Kotamadya untuk membersihkan jalan di area dimana rumah dan kantor kepresidenan berlokasi.
Dibawah kekuasaannya, para menteri yang diangkat selalu mendapatkan banyak catatan dari Ahmaddi Najad terutama penekanan serius untuk peduli kepada rakyat miskin dalam setiap programnya, serta semua akun rekening menteri ybs dan sanak saudaranya akan senantiasa dipantau oleh Presiden setiap saat. Para Menteri tersebut diharapkan kelak meninggalkan jabatannya secara mulia, serta tidak dibenarkan mengambil segala keuntungan dari jabatan dan kantornya.
Sebagai teladan, Ahmaddi Najad memulai dari dirinya sendiri. Sekalipun memimpin negara yang kaya raya minyak, namun sang Presiden hanya memiliki sebuah kendaraan tua Peugeuot 504 tahun 1977, sebuah rumah tua yang tidak seberapa besar sebagai warisan dari ayahnya 40 tahun yll di wilayah miskin disekitar Teheran. Tabungannya bersaldo 0 alias tidak memiliki uang ditabungannya. Honor dari universitas dimana dia mengajar hanya sekitar US $ 250 (sekitar Rp. 2.350.000,-) saja.
Informasi lain adalah, pak Presiden masih menempati rumah tinggal warisan orang tuanya. Dia enggan menempati rumah jabatan. Itulah semua yang dimilikinya. Sebagai seorang presiden dari salah satu Negara yang memiliki peran strategis secara ekonomi, politik terutama sector minyak dan Hankam nya diseluruh dunia, Ahmad di Najad tetaplah sederhana.
Dia bahkan tidak mengambil gajinya sebagai Presiden dengan alasan bahwa “kekayaannya” itu adalah milik Negara yang harus dikembalikan ke Negara dan dia sangat “menjaga” dari hal-hal yang demikian.
Sisi kehidupan lain dari Ahmaddi Najad yang berkesan dimata para staff kepresidenan adalah, dia selalu membawa sendiri tasnya setiap hari. Tas itu selalu terdapat “sandwich” sebagai sarapan paginya atau hanya sekedar roti dengan mentega yang disiapkan istrinya, dimana “menu” itu menjadi sarapan rutin tiap paginya. Dia menghentikan segala bentuk kiriman makanan-makanan mewah yang diagendakan lembaga kepresidenan.
Ahmadi Najad juga mengganti Pesawat Keprsidenan yang sangat eksekutif menjadi hanya cukup pesawat kargo saja untuk menghemat belanja publik, dan dia senantiasa meminta agar ditempatkan di penerbangan reguler di klas ekonomi saja bila bepergian ke negara sahabat.
Ahmadi Najad ketat mengawasi para menterinya. Setiap hari dia rapat dengan para pembantunya tersebut untuk mengetahui aktivitasnya dan seberapa efisien yang mereka kerjakan. Dia juga mendekatkan kantornya kepada menter-menteri pembantunya tersebut dan mempersilakan mereka untuk berkunjung setiap saat tanpa permisi dan tanpa keprotokoleran segala. Dia menyetop segala bentuk upacara seremonial seperti upacara kenegaraan secara mewah, dengan aubade inspeksi pasukan diatas karpet merah, serta segala bentuk foto-foto seremonial hingga bentuk-bentuk ucapan selamat datang bila dia maupun para menterinya berkunjung ke isuatu tempat.
Bila dinas ke suatu tempat, Ahmadi Najad selalu minta kepada petugas Daerah bahwa tidak perlu disediakan hotel dengan ruangan mewah dan kasur yang besar dan empuk, karena dia tidak suka tidur di tempat itu. Dia lebih menyukai tidur di lantai dengan alas seadanya dan sebuah selimut saja.
Foto-foto diatas menunjukkan betapa sederhananya Ahmadi Najad.
Nampak bahwa Presiden Iran ini tidur di ruang tamu di rumah kediamannya setelah para pengawalnya berlalu. Foto diambil oleh adiknya yang bekerja di Kantor Surat Kabar Wifaq dan mempublikasikan foto ini hingga gambar ini menjadi gamabr penting di dunia dan disebarluaskan di banyak surat kabar dan majalah di dunia, termasuk diantaranya di Amerika.

Pada segmen lain, pak Presiden tidak memiliki ruang tamu yang megah dengan segala atributnya. Dia hanya duduk bersila beralaskan karpet kecil, memberi keterangan atas wawancara para wartawan di ruang tamunya.

Apabila sholat berjama’ah, Ahmaddi Najad tidak pernah meminta selalu di Shof pertama. Dia meminta dianggap sebagai jamaah biasa, yang hak dan kewajibannya sama dengan jamaah lainnya. Apabila tidak berhalangan janji, dan sudah tiba saatnya sholat, dia tidak sungkan sholat ditepi jalan, karena baginya semua tempat adalah Masjid.

Dan yang terakhir adalah foto di ruang makannya, dimana beliau “enjoy” duduk sila menyantap makanan siangnya.

Semoga bisa menjadi cerminan bagi kehidupan kita. Terutama yang kini diberi amanah pangkat, jabatan dan kedudukan oleh masyarakat Indonesia.


hanya maaf

October 6th, 2008

minal aidin wal faidzin yah….!!!

Sebenernya artinya apasih?

oleh Prof. Dr. M. Quraish Shihab dari buku Lentera Hati

“Minal ‘aidin wal faizin,” demikian harapan dan doa yang kita ucapkan kepada sanak keluarga dan handai tolan pada Idul Fitri. Apakah yang dimaksud dengan ucapan ini? Sayang, kita tidak dapat merujuk kepada Al-Quran untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kata ‘aidin, karena bentuk kata tersebut tidak bisa kita temukan di sana. Namun dari segi bahasa, minal ‘aidin berarti “(semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali.” Kembali di sini adalah kembali kepada fitrah, yakni “asal kejadian”, atau “kesucian”, atau “agama yang benar”.

Setelah mengasah dan mengasuh jiwa – yaitu berpuasa – selama satu bulan, diharapkan setiap Muslim dapat kembali ke asal kejadiannya dn menemukan “jati dirinya”, yaitu kembali suci sebagai mana ketika ia baru dilahirkan serta kembali mengamalkan ajaran agama yang benar. Ini semua menuntut keserasian hubungan, karena – menurut Rasulullah – al-aidin al-mu’amalah, yakni keserasian dengan sesama manusia, lingkungan, dan alam.

Sementara itu, al-faizin diambil dari kata fawz yang berarti “keberuntungan”. Apakah “keberuntungan” yang kita harapkan itu? Di sini kita dapat merujuk pada Al-Quran, karena 29 kali kata tersebut, dalam berbagai bentuknya, terulang. Menarik juga untuk diketengahkan bahwa Al-Quran hanya sekali menggunakan bentuk afuzu (saya beruntung). Itupun menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami “keberuntungan” sebagai keberuntungan yang bersifat material (baca QS 4:73)

Bila kita telusuri Al-Quran yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang menggunakan kata fawz, ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4:73) mengandung makna “pengampunan dan keridhaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi.” Kalau demikian halnya, wal faizin harus dipahami dalam arti harapan dan doa, yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surga-Nya.

Salah satu syarat untuk memperoleh anugerah tersebut ditegaskan oleh Al-Quran dalam surah An-Nur ayat 22, yang menurut sejarah turunnya berkaitan dengan kasus Abubakar r.a. dengan salah seorang yang ikut ambil bagian dalam menyebarkan gosip terhadap putrinya sekaligus istri Nabi, Aisyah. Begitu marahnya Abubakar sehingga ia bersumpah untuk tidak memaafkan dan tidak memberi bantuan apapun kepadanya.

Tuhan memberi petunjuk dalam ayat tersebut: Hendaklah mereka meaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24:22).

Marilah kita saling berlapang dada, mengulurkan tangan dan saling mengucapkan minal ‘aidin wal faizin. semoga kita dapat kembali mendapatkan jati diri kita semoga kita bersama memperoleh ampunan, ridha, dan kenikmatan surgawi. Amin.


ucapan selamat lebaran (part2)

October 6th, 2008

Dari ulat yang merusak

menjadi kepompong yang berbenah diri.

Kini saatnya qt mengepakkan sayap menjadi kupu-kupu baru

minal aidzin walfaizin

mohon maaf lahari batin

-nugi-

asw.tmn, d hr yg suci nan fitri ini, kumohon maafkan atas sgala dosa dan kekhilafanku.

Qu takut jikalau kalian tidak memaafkanku maka ibadahku tidak diterima Allah. Maafkan aku.

-Gina-

Slmt hari raya idul fitri… Minal aidin wal faidzin

Maaf lahir batin ya

-mifta-

Asw wb.

minal aidzin wal faidzin ya,, maap kalo saya ada salah baik yg disengaja /tidak,, semoga amal ibadah kita diterima Allah,amin

-reza-

Wlau bukan tuk yg trakhir,smg permintaan maafku dpt melapangkan pintu maaf&silaturahmi antar kita.

Selamat Idul Fitri 1429H

Mohon maaf lahir batin

-haekal-

Asw.wr.wb. Teman, mari kita setting NIAT, upgrade IMAN, download SABAR, upload USAHA, delete DOSA, update DOA.. Met Idul Fitri y.. mHn maAf Lhr n Btn jg,,

-Reni MG06-

CUMI. Cuma MInta maaf atas segala kesalahan. Semoga senantiasa mendapat maghfirah dari-Nya

-agil-

Selama jiwa ini masih didunia banyak salah yg diperbuat. Mohon maaf atas segala luka yg kuperbuat. Taqoballahu minna minna wa minkum

-aziz-

Asalamualakum..

Marhaban ya ramadhan..

Di hari yg suci ini, ijinkan daku mengucapkan maaf lahir batin, met Idul Fitri 1429H teman

-fuad-

(to be continued…)


nyawa lele = nyawa kucing

October 6th, 2008

kalo kata orang, orang mati dilompati kucing, idup.

ya iyalah kalo kucing mati ga bisa ngelompatin orang mati :)

Baru saja,, serius, baru saja, lagi asik buka-buka frenster orang, ibuku menjerit keras,, keras banget.

Spontan saja aku lari ke dapur ngelihat apa yang terjadi, tau ga?

Masa’ ikan lele yang udah dipotong setengah badan, moncongnya dibuang, isi perut dah kosong, masih goyang-goyang,,,, “gillo aku”, tapi untung sebelum digoreng :)

lele

semoga  amal kebaikan si lele dapat diterima disisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberi ketabahan,,,AMIN


cincin pembuka botol

October 6th, 2008

ring“Saya terima nikahnya Susi binti Paijo dengan seperangkat cincin pembuka botol dibayar tunai”, “sah…sah…?”

Cerita diatas mungkin terjadi bila mempelai pria merupakan premium drunken master (suka minum-minum), karena cincin yang satu ini tidak mengeluarkan asap yang kemudian jin ijo keluar.

Cincin ini cocok digunakan untuk orang yang suka dengan meminum softdrink yang memppunyai penutup botol. Dipakai dijari tengah karena mempermudah botol untuk terbuka


tikus meledak?

October 6th, 2008

Tau prosedur masukin gajah ke lemari es?

Buka pintu lemari es, persilahkan gajah masuk, begitu masuk, tutup pintu lemari es. 

Kalau meledakkan granat? Gampang, tarik pelatuknya lempar ke sarang musuh, dan BUUM, meledaklah semua.

Tapi tidak begitu dengan optical mouse (perangkat keras komputer) yang satu ini, pelatuknya merupakan Left-Click, dan kata orang (yang sudah menggunakannya) desainny sangat tidak ergonomis, tapi berbicara gaya, mantablah.

tikus meledakKapan yah dijual di BEC(Bandung Electronic Center)  :)


joke2: karena mereka tidak bertanya

October 6th, 2008

mobil akudi siang yang terik, pak Mamo dan sekeluarga memutuskan untuk beristirahat sebentar di tengah perjalanan mudik ke Blitar.

Mereka mencari tempat yang bisa makan, minum, solat, dan sekedar melapas lelah, setelah seharian kaki mereka dipaksa menekuk oleh dashboard mobil Taruna FGX.

500 meter lagi terlihat di papan penunjuk jalan, mereka akan tiba di sebuah tempat peristirahatan.

“wah,,penuh Pa” teriak anak yang paling bungsu. “kita cari lagi tempat lain” jawab sang Ayah dengan senyum khas di wajahnya.

Ternyata siang itu benar-benar terik, sang mentari sedang bersemangat menghangati   memanasi semua makhluk yang ada dibumi saat itu. Hal ini dibuktikan selalu penuhnya tempat-tempat peristirahatan di sepanjang jalan.

Entah kapan keputusan ini dibuat, terlihat jajaran mobil yang parkir sepanjang bahu jalan, dan mereka mengikutinya.

Sen kiri menyala.

Setir  dipatahkan ke kiri.

Ada Polisi yang sedang mengatur padatnya arus lalu-lintas, Pak Mamo pun bertanya “Siang Pak, boleh kami parkir mobil disini”. Polisi gemuk itu pun menjawab, “maaf Pak, disini daerah dilarang parkir, tidak diperbolehkan memarkirkan kendaraan disini”. Kami pun heran melihat sederetan mobil berbaris rapih layaknya sarden. “Terus kenapa yang lainnya diperbolehkan”, selidik sang ayah.

dan polisi itu menjawab “karena mereka tidak bertanya dulu kepada Saya”